Bayi Baru Lahir Seolah-Olah Ayahnya? Maka Beliau Anak Yang Beruntung

by

Bayi gres lahir.

 

Memiliki momongan atau bayi untuk pertama kalinya, tentu menjadi momen yang paling membahagiakan pasangan suami istri. Tapi tunggu dulu, bayi yang gres terlahir itu menyerupai ayah atau ibunya, ya? Pertanyaan menyerupai itu niscaya terlintas di benak kita.

Bahkan, keluarga dan teman-teman terdekat pun sering menyebutkan, bila bayi Anda mungkun terlihat menyerupai ayah atau ibunya. Memang tidak salah untuk mengungkapkan rasa senang tersebut. Tapi bila bayi tersebut menyerupai ayahnya, maka beliau sangat beruntung.

Apa yang menimbulkan bayi tersebut sangat beruntung, bila mempunyai wajah menyerupai ayahnya? Para ilmuwan sekarang punya jawabannya, dan mungkin itu akan mengejutkan Anda. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Dikutip dari Daily Mail, bayi gres lahir yang terlihat menyerupai ayahnya cenderung lebih sehat. Tapi syaratnya, ayah harus berada di sisi anaknya yang gres lahir minimal 2,5 hari secara terus menerus.

Bahkan mereka cenderung tidak terkena serangan asma, dan akan sedikit pergi ke dokter sebab sakit. Mengapa dapat demikian?

Hal ini diduga, ayah lebih percaya diri. Dan mereka – ayah dan anak – terkait secara genetik dengan keturunan. Ayah juga akan lebih memperlihatkan perhatian lebih besar, terutama pada kebutuhan kesehatan dan mengurangi risiko bahaya.

Peneliti studi, Profesor Solomon Polachek dari Binghamton University, New York, mengatakan: “Ayah penting dalam membesarkan anak dan mewujudkan kesehatan anak. Kesehatan anak membaik ketika mereka terlihat menyerupai ayah.”

Para periset berharap, balasannya mendukung kebijakan untuk mendorong ayah yang menjadi narapidana, semoga lebih sering berada di bersahabat anaknya yang gres lahir, untuk memperbaiki kesehatan bawah umur mereka.

Temuan ini dipublikasikan di Journal of Health Economics.

Bagaimana penelitian ini dilakukan?

Para peneliti menganalisis 456 keluarga dalam tiga hari pertama kelahiran bayi yang gres lahir. Semua orangtua bayi dipisahkan, dengan ibu menjadi penjaga utama.

Kedua, orang bau tanah dari bayi tersebut melaporkan bahwa bawah umur itu tampak menyerupai ayah mereka. Dan penelitian ini dilakukan selama setahun.